Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2012

Jika Cinta


Jika Cinta
Jika Kata tak mampu mengungkap makna
Maka biarkan bahasa hati yang bicara
Jika mulut kelu untuk berucap
Maka biarkah hati yang merasa

Jika jarak tak bisa diatasi
Maka biarkan jiwa yang mendekat
Jika ruang dan waktu tak bisa dilawan
Maka biarkan Cinta kita bertemu di relung jiwa

Jika bumi dan langit terlampau jauh
Maka biarkan bulan yang mendekatkan
Jika Cinta kita terlampau mustahil
Biarkan takdir yang mendekatkan nya

Jika Pagi dan Malam tak bisa disatukan
Biarkan fajar yang menjadi simfoninya
Jika di dunia kita tak bisa bersatu
Biarkan negeri akhirat yang menyatukan kita

Jika Angin dan Air saling meniadakan
Maka biarkan tanah yang mendamaikan
Jika  aku dan kau saling menegasikan
Biarkan cinta yang mengharmonikannya

Jika matahari dan bulan tak mungkin bersama
Maka biarkan bintang gemintang yang menjadi kisahnya
Jika aku dan kau tak mungkin bersama
Biar kisah Cinta kita yang mengabadi di semesta kelak

Kota penuh Cinta
13-02-2012
14.10 Waktu Indonesia 

Lentera Merah


Lentera Merah
Lentera Merah
Kau saksi pergulatan sejarah
Lentera Merah
Kau bukti perselingkuhan kuasa

Lentera Merah,
Selalu berpihak pada kebenaran
Lentera Merah
Selalu dikhianati kebenaran

Lentera Merah
Kisahmu mengabadi dalam sejarah
Lentera Merah
Namamu penuh pertumpahan darah

Lentera Merah
Kau hidup dalam jiwa jiwa kami
Jiwa jiwa kaum tertindas, kaum papa dan kaum proletariat
Jiwa Manusia Manusia Merdeka


Satu Hati



JIka ada Satu Bunga pastilah ada banyak kumbang disana
Jika ada Satu Pohon pastilah ada banyak rantingnya disana
Jika ada satu Langit maka pasti ada banyak bintang disana
Namun
Hatiku sungguh berbeda dengan nya
Dengan Bunga itu dengan Pohon itu
Bahkan dengan Langit itu
Sebab…
Jika Ada Satu Hatiku
Maka Hanya Akan Ada Dirimu disana
Jika Ada Satu Hatiku
Hanya kan kau temui Ketulusan Cintaku
Jika Ada Satu Hatiku
Hanya kan kau rasakan Kemurnian Rasa ku
Jika Ada Satu Hatiku
Hanya kan kau dengar lirihan panggilan namamu
Jika Ada Satu Hatiku
Hanya kan kau yang Ku Harap Selalu Mengisinya
Aku INgin Hati Ini Milikmu , Selalu dan Selamanya
Hingga Saat Langit Runtuh dan Bumi Terbelah…..
 Tegal. 23 November 2010

Terimakasih Tuhan


Terimakasih Tuhan
Terimakasih Tuhan
Atas semua nikmat yang tak pernah kusyukuri
Terimakasih Tuhan
Atas semua ampunan yang tak pernah kusadari

Terimakasih Tuhan
Atas semua limpahan rahmatmu yang sering kuabaikan
Terimakasih Tuhan
Atas semua takdir takdir Mu yang seringkali kusesali

Terimakasih Tuhan
Atas semua jawaban jawaban Mu yang tak pernah kuminta
Terimakasih Tuhan
Atas semua Tanda Tanda Mu yang kadang tak bisa kupahami

Terimakasih Tuhan
Atas semua Kasih dan Sayang Mu
Terimakasih Tuhan
Atas semua segala Katas Syukur yang tak sempat terucap..

Dalam Sayup Suara Hati
Saat Tuhan Mengganti Keraguan dengan Keyakinan..
PP Budi Mulia
23.55 WIB, 21-01-2012

Senin, 24 Desember 2012

Cinta dalam Diam


Cinta dalam Diam
Cinta tak harus bicara
Sebab Cinta punya bahasanya sendiri
Cinta tak harus melihat
Sebab cinta memiliki ‘mata hati’ nya sendiri
 Cinta tak harus bertemu
Sebab Cinta mengatasi ruang
Cinta tak akan lekang oleh zaman
Sebab Cinta tak mengenal limitasi waktu

Cinta itu bahasa
Bahasa dua hati yang saling bertalu
C inta itu mata batin
Mata batin dua hati yang saling terpaut

Ketika kita mencintai seseorang
Berarti kita sudah menemukan bahasa hati sendiri
Ketika kita mencintai seseroang
Berarti kita telah menemukan jalannya sendiri
Cinta dalam Diam
Klise memang
Namun diam menyimpan seribu bahasa
Bahasa cinta dalam diam

Yogyakara, 10 September 2012

Aku rindu


Aku rindu
Aku rindu daun daun di halaman rumahku
Yang selalu memberikan kami pekerjaan
Pekerjaan untuk sekadar menyapunya
Pekerjaan untuk memaknainya kalau bisa

Aku rindu rindang pohon pohon di rumahku
Yang selalu membuat kami bisa berteduh dengan tenang
Yang selalu membuat rumah kami segar
Yang membuat kami rindu rumah kami

Aku rindu,
Rindu akan segala kenangan di rumahku
Tentang kamar kamar itu, tentang halaman halaman itu
Tentang semuanya,,aku rindu

Aku rindu,,,
Rindu rumahku yang meneduhkan
Aku rindu rumahku
Tempat dimana hatiku berada...

#Yogyakarta, 20 Oktober 2012
Mendung di pagi hari 

Jogja Jakarta


Jogja Jakarta
Perjalanan Sejuta Kata
Kata tentang Dua Kota
Dua kota yang bermusuhan
Jogja-Jakarta
Terhampar puluhan kota lain pembatasmu
Namun Jogja Jakarta
Dua kota tetap yang utama
Jogja Jakarta
Memang bukan Karawang Bekasi
Jogja Jakarta memang bukan Jalan Raya Pos Daendels
Namun
Jogja Jakarta Menyimpan misterinya sendiri
Jogja Jakarta
Kota Pejuang-Kota Penguasa
Jogja Jakarta
Dua Ibu Kota Republik
Jogja Jakarta
Jalan terjaln Indonesia
Jogja Jakarta
Antara tradisionalisme dan Modernisme
Namun, Jogja Jakarta
Bagiku Bukan Itu Semua...
Jogja Jakarta Lebih dari itu
Jogja Jakarta tentang sebuah kisah...

21.34 WIB Kereta APi Gadjah Wong
10 September 2012,

Rabu, 23 November 2011

Me-Reshuffle Presiden..

Me-Reshuffle Presiden..

oleh Mohammad Zaki Arrobi pada 7 Oktober 2011 jam 21:28
Reshuffle,
Satu kata beragam makna
Gembira bagi para calon menteri baru yang diundang
Namun nestapa bagi pak menteri yang ditendang

Reshuffle,
Bikin ketar ketir elit politik kita
Suhu politik memanas manuver saling berbalas
Satu kata, Kuasa jadi tujuan

Reshuffle,
Pengamat sibuk komentar macam macam
Macam lebih pintar saja dari menteri dan Presidennya
Sementara rakyat sudah jenuh sejatinya.

Reshuffle, sekedar kata milik para elit
Urusan Pak Presiden, Pak Menteri, Pak Ketua Partai, tapi tentu bukan pa tukang becak
Urusan rakyat itu ya besok makan apa dan apa besok makan
Simpel dan tidak berbelit belit macam urusan elit

Ganti ini tendang sana buang sana ambil sini begitu otak atik gathuknya kira kira
Tapi Kalo Presidennya di reshuffle Rakyat aja lebih bagus kayaknya..?
Bukankah yang berdaulat itu rakyat, Bukan Presiden, bukan Ketua DPR apalagi ketua Partai
Teori Demokrasi kan dari rakyat, jika tidak untuk rakyat nanti ya siap siap “direshuffle” Rakyat..

Jumat, 18 November 2011

Antara aku dan Engkau


Antara aku dan Engkau


Tuhan Ampuni aku untuk taubat ini
Tuhan Ampuni aku atas permohonan ini
Ampuni aku atas ‘pengakuan’ ini
Mohon ampuni aku atas penyesalan ini

Sesungguhnya Engkau Maha Rahim dan Rahman
Namun rasanya Kerahiman mu terlalu tinggi bagiku
Namun Rasanya Kerahmananmu terlalu sia sia untukku
Untuk semua dosa dan kehinaan yang ku toreh selama ini

Hambamu ini jika engkau masih berkenan
Hanyalah debu kehidupan yang membuang buang nafas
Hanyalah buih lautan yang tak berarti sedikitpun
Hanyalah titik kecil diantara galaksi kehidupanmu

Namun
Setakberartinya diriku ternyata ENgkau masih memperhatikanku
Setakbergunanya aku Engkau masih berkenan mengurusku
Sehina hinanya diriku Engkau masih memuliakanku

Sungguh, entah apa lagi yang akan aku perbuat dan Engkau perbuat
Kehinaan yang dibalas kemuliaan
Kecongkakan yang dibalas kasih sayang
Kedurhakaan yang dibalas dengan kehormatan

Tuhan Maafkan Aku
Maafkan Aku atas Permohonanku
Maafkan aku atas Penyesalan ku
Maafkan aku atas Pertaubatan ku

Jubah Hitam Keabadian


Jubah Hitam Keabadian


Malam begitu pekat laksana tinta hitam
Hawa dingin Menyergap tulang lemahku
Gesekan dedaunan menciptakan irama malam
Simfoninya menggetarkan jiwaku

Aku Masih terjaga
Diantara jutaan pasang mata yang terlelap
Aku Masih terjaga
Diantara ribuan bunga tidur yang mengimaji

Memandangi bintang gemintang sekejap menghiburku
Namun Memaknai lentera malam itu menggelisahkanku
Tersapu udara iblis membuatku bergetar
Namun mencoba memaknainya membuatku merasa tenang

Entah apa yang kupikirkan
Aku tak dapat berpikir
Karena memang pikiran ku terlalu kalut
Entah apa yang ku rasakan
Aku tak merasa apapun
Karena memang perasaanku tak menentu

Lantas apa yang Kau cari dari Jubah Hitam Alam ini..
Entahlah……………………



Anak Jalanan



Anak Jalanan

Anak jalanan itu sebenarnya ya bukan anak lagi
Sebab terlalu tangguh untuk disebut seorang ‘anak’
Anak jalanan itu ya tidak layak dikasihani lagi
Sebab rasa kasihan rasanya terlalu hina untuk dia

Anak jalanan itu tidak dikasih makan
Sebab mereka sudah kenyang dengan ‘menu’ makian dan hinaan
Anak jalanan tidak butuh rumah lagi
Sebab mereka punya rumah emper sepanjang jalan raya

Anak jalanan itu tidak perlu dipelihara negara
Sebab tanpa dipelihara pun sudah mampu bertahan hidup
Anak jalanan itu tidak perlu disekolahkan
Sebab sekolah kehidupan mereka jauh lebih mencerdaskan

Anak jalanan itu jangan diberi uang
Sebab uang tidak dapat membeli mereka
Anak jalanan tidak perlu disensus
Sebab terlalu naif disebut warga negara

Anak jalanan memang kurang ajar
Sebab mereka tak pernah diajar
Anak jalanan tak pernah meminta dilahirkan
Anak jalanan tak pernah menuntut








 reform.poetry
8.22 PM, 20-04-2011

Bersatelah Kaum Buruh


Bersatelah Kaum Buruh

Bersatelah Kaum Buruh Sedunia
Sebab kaum pemodal itu telalu kuat untuk dilawan
Bersenang senanglah kaum buruh sedunia
Sebab, terlalu sibuk kau selama ini memenuhi perut mereka

Kaum Buruh Sedunia
Turunlah ke jalan jalan, berorasi dan sekali kali anarki
Sebab hanya dengan itu Suaramu akan terdengar mereka
Gedung gedung megah itu nyatanya tuli mendengarmu

Bersatelah kaum buruh
Sebab kaum pemodal itu Sekarang bangsamu sendiri
Tetangga tetanggamu sendiri barangkali saudaramu sendiri juga
Tak akan sampai hati kau melawan mereka

Sebab negara ini masih butuh mereka
Sebab negara ini masih memuja musuh musuhmu
Sebab negara ini masih butuh dollar dollar mereka
Sebab negara ini masih butuh air kencing mereka


reform.poetry
1-05-2011
5.45 AM@ Cilacap